Anggota DPR Desak Jokowi Terapkan New Normal Covid

Redaksi


IDNBC.COM  -
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah Joko Widodo mulai memikirkan untuk menerapkan new normal atau adaptasi kebiasaan baru seiring penurunan kasus harian Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir.


Permintaan Saleh merujuk pada pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin yang sempat menyebut bahwa pandemi Covid-19 belum akan berakhir hingga 5-10 tahun ke depan.

"Itu kan sama artinya ketika Menkes, mengatakan ini pandemi belum tentu berakhir 5-10 tahun ke depan. Oleh karena itu, satu-satunya cara kita, memang membiasakan hidup di tengah situasi seperti ini," kata dia lewat sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Senin (23/8).

Dalam kondisi itu, Saleh terutama menyoroti soal pendidikan. Saleh mengkritik Mendikbudristek, Nadiem Makarim yang dinilai belum mengeluarkan kebijakan berarti terkait model pembelajaran di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Saleh, pola pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang selama ini diterapkan di sekolah, lebih banyak dilakukan murni atas kemandirian masyarakat. Dia menilai, belum ada terobosan apapun dari Nadiem terkait PJJ.

"Saya belum melihat ada gagasan lain di luar itu, yang diatur, dimodifikasi, yang membuat orang belajar dengan baik," kata dia.

Menurut Saleh, kendati model PJJ selama lebih dari 1,5 tahun berhasil, itu tak menunjukkan masyarakat puas. Sebab, faktanya, kata Saleh, masyarakat justru mulai jenuh dengan pembelajaran jarak jauh.

Saleh mendukung pemerintah segera menggelar pembelajaran tatap muka. Menurut dia, PJJ selama ini belum memberikan kebutuhan peserta didik kecuali hanya mendengarkan ceramah guru lebih dari enam jam di depan komputer.

Padahal, kata dia, banyak kebutuhan siswa selain hanya belajar di kelas. Mulai dari menjalin pertemanan, bekerja sama dengan sesama siswa lain, atau menyampaikan gagasan di depan orang lain secara langsung.

"Itu yang saya kira pelajaran nggak ada di dapatkan kalau dia PJJ ini. Karena itu, ini harus dipikirkan oleh Nadiem Makarim, saya belum melihat, terobosan dia yang katanya ngerti IT, saya belum melihat apapun," ucap Saleh.

Pemerintah diketahui mulai mengizinkan pembelajaran tatap muka secara terbatas di luar wilayah yang menerapkan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Nadiem juga mengizinkan siswa belum divaksin masuk ke sekolah.

Namun, sejumlah daerah yang mulai diizinkan membuka sekolah tatap muka konon, masih enggan mengambil langkah tersebut. Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Dikdasmen, Jumeri menyebut para kepala daerah tersebut enggan membuka sekolah karena menganggap risiko penyebaran Covid-19 masih tinggi.

"Daerah itu meskipun masuk level 3, banyak kepala daerah belum mengizinkan, sehingga, kondisi berapa yang sudah PTM, itu belum belum valid," kata Jumeri lewat sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Rabu (18/8).

Sumber https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210823151534-20-684129/anggota-dpr-desak-jokowi-terapkan-new-normal-covid/amp

Comments