SBY Menyesal Pernah Angkat Moeldoko. Sama Pak. Saya Juga Menyesel Pilih Dirimu 2 Periode

Redaksi


IDNBC.COM
- Tampaknya SBY memang sulit, bahkan tak mau belajar dari pengalaman. Untuk orang sekaliber SBY seharusnya tak susah bagi dirinya menyadari jika mayoritas rakyat Indonesia saat ini sudah muak dengan tingkah lakunya dan keluarganya yang suka playing victim lewat curhatan-curhatannya yang mengumbar kebaperan tiada henti.


Pola SBY pasang tampang selalu dizolimi dalam berbagai kesempatan sebetulnya sudah lama terbaca. Tapi justru pola basi inilah yang terus menerus dimainkan oleh SBY. Celakanya, pola ini diturunkan pula oleh SBY pada anak-anak dan menantunya. Makanya julukan keluarga baperan memang sangat cocok untuk mereka semua.

Sebetulnya sempat ada rasa tak tega melihat SBY dan keluarganya terus menerus “digebukin” seperti ini. Karena pada dasarnya kita harus tetap berterima kasih atas segala jerih lelah SBY selama jadi Presiden RI sekecil apapun itu. Begitu juga pada semua Presiden RI yang terdahulu. Apapun kekurangan dan kesalahan yang dilakukan mereka, kita harus tetap bisa menghormati dan berterima kasih pada mereka. Pengertian seperti ini sudah seharusnya ada dalam hati dan pikiran seluruh rakyat Indonesia.

Tapi untuk saat itu, pengertian yang saya katakan tadi seakan-akan jadi pengecualian bagi SBY. Ketika saya simpulkan, penyebabnya ya sikap SBY sendiri yang tak mau diam introspeksi diri. SBY justru dengan penuh percaya diri terus mengumbar tampang dizolimi dengan segala curhatannya yang sebetulnya mengena pada dirinya sendiri.

Jadinya ya tinggal gampang saja naboknya. Kita tinggal membalikkan semua ucapan SBY pada diri SBY sendiri. Toh fakta dan kenyataannya memang seperti itu. Gemes sendiri khan jadinya melihat sikap SBY yang pura-pura lupa pada rekam jejak dan sejarah yang sudah ditorehkannya di negeri ini.

Sejak awal, AHY sudah menyeret pihak Istana dalam urusan KLB Partai Demokrat. Berarti SBY ya jangan baper jika diseret juga dalam sejarah dualisme PKB yang akhirnya berujung pelengseran Gus Dur dari partai yang dideklarasikan dan dibesarkan oleh Gus Dur.

Gus Dur tidak baper saat Menkumham di kabinet SBY justru menerima dan mengesahkan kepemimpinan PKB tandingan yang kontra dengan Gus Dur saat itu. Itu artinya SBY juga jangan baper jika karma Gus Dur ini nanti menimpa AHY saat Menkumham menerima dan mengesahkan Partai Demokrat versi KLB.

Jika kita tarik lagi ke belakang, apakah SBY lupa jika AHY yang baru seumur jagung terjun di dunia politik tiba-tiba langsung jadi Ketum Demokrat??? Jika kita mau merenungkannya secara objektif, pasti ada banyak kader-kader Demokrat yang lebih layak dari AHY yang sudah jadi korban karier politiknya disrondol dengan cara instant seperti itu oleh AHY. Iya apa iya???

Tapi kader-kader yang ikut membesarkan Partai Demokrat sejak awal babat alas itu juga ngga baper tuh. Mereka sudah tahu sama tahu beginilah suka dukanya nyemplung di dunia politik. Lalu sekarang atas dasar apa SBY harus baper saat melihat AHY mengalami kejadian yang sama seperti yang sudah dialami oleh politikus-politikus lainnya??? Curang khan jadinya.

Dan yang terbaru, SBY lagi-lagi mengeluarkan jurus baper. SBY curhat menyesali keputusannya di masa lalu yakni mengangkat Moeldoko sebagai Panglima TNI ketika ia menjabat sebagai Presiden RI. SBY juga mengatakan jika tindakan Moeldoko itu merupakan perbuatan kepemimpinan yang tidak terpuji dan jauh dari sikap kesatria yang hanya mendatangkan rasa malu bagi perwira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran TNI.

“Termasuk rasa malu dan rasa bersalah saya yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya memohon ampun khadirat Allah SWT, tuhan maha kuasa atas kesalahan saya itu,” kata SBY lewat siaran langsung YouTube Susilo Bambang Yudhoyono.

Kan ini lucu jadinya. Jujur saya tak habis pikir dengan kenekatan SBY yang nantang minta ditabokin netizen seperti ini. Sebab membalikkan ucapan SBY ini memang sangat mudah.

SBY sekarang sok baper menyesal telah mengangkat Moeldoko sebagai Panglima TNI. SBY menganggap Moeldoko mendongkel Partai Demokrat. Padahal, SBY juga bukan pendiri Partai Demokrat lho. Sementara Gus Dur yang pendiri PKB saja ngga baper melihat PKB didongkel Muhaimin keponakannya sendiri di jaman pemerintahan SBY.

Di sisi lain, rekam jejak sejarah menunjukkan jika dulu SBY menelikung Presiden Megawati yang sudah mengangkat SBY menjadi Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam). Nah lo. Seenaknya sendiri khan jadinya. Menuduh orang lain tega padahal dirinya duluan yang tega. Masa sikap prajurit TNI seperti ini Pak??? Malu-maluin.

Jadi, jika SBY menyesal telah mengangkat Moeldoko, Megawati juga bisa mengatakan hal yang sama menyesal telah mengangkat SBY. Sayapun jadi tergelitik mengatakan hal yang sama juga. Sebagaimana SBY menyesal telah mengangkat Moeldoko sebagai Panglima TNI, saya juga menyesal telah memilih SBY sebagai Presiden RI 2 periode. Sepuluh tahun masa penuh pencitraan gali lubang tutup lubang meninggalkan kemangkrakan dan banyak kasus korupsi.

Akhirnya saya bisa mengambil kesimpulan. Lupa asal usul tak ingat pada sejarah masa lalu plus hobi baper playing victim itu sama sekali tidak ada bagus-bagusnya. Saya saja tak suka, apalagi Tuhan.

Sumber https://seword.com/politik/sby-menyesal-pernah-angkat-moeldoko-sama-pak-C6pvyQOxs7

Comments