Paus Fransiskus Minta Junta Militer Myanmar Setop Penindasan

Redaksi


IDNBC.COM
- Pemimpin Vatikan, Paus Fransiskus mengungkapkan rasa prihatin melalui cuitan di akun resmi Twitter miliknya atas kekerasan yang menimpa rakyat di Myanmar dan aksi represif junta militer.


Menyaksikan bentrokan berdarah yang berujung pada korban luka hingga tewas, dia pun mendesak otoritas militer Myanmar untuk memprioritaskan dialog ketimbang penindasan.

"Berita duka tentang bentrokan berdarah dan korban jiwa dari Myanmar sungguh menyentuh kami. Saya mengimbau kepada pihak berwenang yang terlibat untuk mengedepankan dialog daripada penindasan," tulis Paus Fransiskus melalui akun Twitter @Pontifex, Rabu (3/3).

"Saya juga meminta komunitas internasional untuk memastikan aspirasi rakyat Myanmar tidak tertahan oleh kekerasan," lanjut dia.

Dikutip dari laman AFP, Paus Fransiskus mengingatkan pihak berwenang yang terlibat untuk memprioritaskan dialog sehingga tercipta harmoni dalam penyelesaian perselisihan tersebut. Pemimpin Katolik berusia 84 tahun ini setidaknya sudah dua kali berbicara untuk menyuarakan solidaritas ke rakyat Myanmar usai kudeta pada 1 Februari lalu.

Paus Fransiskus juga menyerukan pembebasan para pemimpin yang ditahan.

Hingga kini setidaknya ada belasan orang tewas terkena peluru di tengah aksi pasukan militer yang menembaki demonstran pro-demokrasi. Setelah sebelumnya junta militer juga diketahui memukul setengah lusin jurnalis dan melakukan penahanan.

Myanmar kini berada dalam kekacauan dan kian mengkhawatirkan sejak kudeta 1 Februari lalu diikuti penahanan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi. Upaya mengakhiri satu dekade demokrasi tersebut memicu protes massa setiap harinya.

Junta militer Myanmar pun kian represif melawan pendemo menggunakan gas air mata, meriam air, dan peluru karet hingga, peluru tajam.

Sumber https://m.cnnindonesia.com/internasional/20210303222725-134-613419/paus-fransiskus-minta-junta-militer-myanmar-setop-penindasan/amp



Comments