Pembiayaan Utang APBN Melonjak 143 Persen pada Januari 2021

Admin


IDNBC.COM
- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan total pembiayaan utang per Januari 2021 mencapai Rp165,8 triliun. Angka itu melonjak 143 persen dari Januari 2020 yang hanya Rp68,2 triliun.


Sri Mulyani menjabarkan pembiayaan utang itu berasal dari surat berharga negara (SBN) neto sebesar Rp169 triliun. Jumlahnya naik 135,7 persen dari Januari 2020 yang sebesar Rp72 triliun.


"Sampai dengan hari ini posisinya di mana pembiayaan mencapai Rp165 triliun karena defisit naik dibandingkan 2020," ucap Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA, Selasa (23/2).


Selain itu, pinjaman neto minus Rp3,9 triliun. Dengan demikian, jumlah pembiayaan utang sebesar Rp165,8 triliun. Kemudian, untuk pembiayaan investasi, pemberian pinjaman, kewajiban penjaminan, dan pembiayaan lainnya terlihat belum ada realisasi pada Januari 2021.


Sri Mulyani menyatakan pencairan pembiayaan untuk investasi nantinya akan dilakukan dengan hati-hati.


"Pencarian penyertaan modal negara dilakukan secara terencana, terukur, dan hati-hati dikaitkan dengan output dan outcome nya," jelas Sri Mulyani.


Sebagai informasi, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp1.006 triliun untuk pembiayaan anggaran tahun ini. Jumlah itu terdiri dari pembiayaan utang sebesar Rp1.177 triliun, pembiayaan investasi minus Rp184,5 triliun, pemberian pinjaman Rp400 miliar, kewajiban penjaminan minus Rp2,7 triliun, dan pembiayaan lainnya Rp15,8 triliun.


"Penyesuaian pembiayaan anggaran antara lain yaitu penggunaan silpa, pembiayaan lunak, tambahan pembiayaan investasi, dan tambahan kewajiban penjaminan," jelas Sri Mulyani.


Sumber https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210223175420-532-609995/pembiayaan-utang-apbn-melonjak-143-persen-pada-januari-2021





Comments