Netizen Riuh Bule Ajak Tinggal di Bali, Colek Ditjen Imigrasi

Redaksi


IDNBC.COM
- Seorang wisatawan asing yang tengah berwisata di Bali menjadi buah bibir oleh netizen di Twitter, usai memposting dari @kristentootie menjadi viral karena mengajak orang asing untuk pindah ke Bali.


Berdasarkan pantauan CNNIndonesia, tagar #Bali menjadi trending hingga Senin (18/1) pagi di lini masa Twitter.
Dalam cuitanya, Kristen Grey mengaku sebagai wanita asal Amerika Serikat telah menetap di Bali satu tahun terakhir bersama pacarnya yang juga perempuan.

Awalnya, mereka mencoba untuk tinggal selama enam bulan di Bali dan menghasilkan uang sebagai desain grafis. Tapi kemudian, pandemi Covid-19 membuat mereka tertahan di Bali.

Dia juga membeberkan berbagai keuntungan hidup di Bali, di antaranya aman, biaya hidup rendah, ramah dengan LGBT, dan ada komunitas kulit hitam.

Sontak, cuit ini mengundang berbagai reaksi komentar dari netizen, di antaranya pada akun @JuwitaSitorus12.

Ia menilai jika wisatawan asing tersebut tidak memiliki visa sebagai pekerja, maka pihak Imigrasi berhak untuk menindak tegas wisatawan tersebut.

"Tolong dong pak diliat @ditjen_imigrasi, kalau dia kerja kan pasti ada visa kerja, Engga jauh beda dengan kita yang keluar negeri. Jangan menyalahgunakan, kita kalau ke luar, semua harus terurus," cuit @JuwitaSitorus12 (18/1).

Tolong dong pak diliat @ditjen_imigrasi, kalau dia kerja kan pasti ada visa kerja, Ng ajauh beda dengan kita yg keluar negeri. Jangan menyalahgunaka, kita kalau ke luar, semua harus terurus .
— Terserahdeh (@JuwitaSitorus12) January 17, 2021

Netizen lain juga mengomentari postingan tersebut dengan penilaian serupa, seperti pada akun @feedos. Ia menilai, hal ini merupakan ketidak tegasan Dirjen Pajak RI karena Ia telah menginformasikan beberapa kasus overstay di Bali namun harus memiliki bukti jelas pelanggaran pajak.

"Pernah saya email ke @DitjenPajakRI untuk menginformasikan bbrp digital nomad sdh di Bali lama spy di follow up pajaknya, malah di balas, aduan harus jelas dan punya bukti melanggar jenis pajak apa, tanggal kejadian, bla bla bla....," ujar @feedos.

Pernah saya email ke @DitjenPajakRI untuk menginformasikan bbrp digital nomad sdh di Bali lama spy di follow up pajaknya, malah di balas, aduan harus jelas dan punya bukti melanggar jenis pajak apa, tanggal kejadian, bla bla bla....
— Feedo (@feedos) January 17, 2021


Di samping itu, netizen lainnya juga mengomentari postingan tersebut dengan pandangan yang berbeda, salah satunya pada akun @tamuracocopanda.

Ia menilai, makin banyaknya wisatawan asing yang datang berkunjung ke Indonesia dapat menguntungkan beberapa lini wisata, karena biasanya tarif harga untuk wisatawan asing berbeda dengan lokal.

"Mereka itu bule. Biasanya bakal dinaikkan harganya lebih mahal, makin banyak yang kemari biaya kehidupan bakal makin tinggi. Mereka mah bisa ngikutin, warga lokal belum tentu. Belom budaya yang bakal dibawa, kalau banyak dari mereka yang kemari. Jangan lupa juga lagi pandemi, " ujarnya.

Mas, mereka itu bule. Biasanya bakal dinaekin harganya lebih mahal, makin banyak yang kemari biaya kehidupan bakal makin tinggi. Mereka mah bisa ngikutin, warga lokal belom tentu. Belom budaya yang bakal dibawa, kalau banyak dari mereka yang kemari. Jangan lupa juga lagi pandemi.
— Ice Cream (@tamuracocopanda) January 17, 2021

Namun ada warganet yang menilai ajakan yang dilakukan Kristen Grey di Twitter merupakan hal yang positif, karena mereka mempromosikan Bali ke seluruh dunia. Seperti pada akun @aldibndro.

"Loh ini bukannya bagus ya mereka mempromosikan bali ke seluruh dunia. Terlepas mereka miskin atau engga di negaranya begitu mereka masuk indonesia, penghasilan mereka di luar masuk kesini. Mulai dr tiket pesawat, sewa airbnb, beli makan ppn 10% semua kan ada pajaknya, " cuitnya.

Loh ini bukannya bagus yaa mereka mempromosikan bali ke seluruh dunia. Terlepas mereka miskin atau engga di negaranya begitu mereka msuk indonesia, penghasilan mereka di luar msuk kesini. Mulai dr tiket pesawat, sewa airbnb, beli mkan ppn 10% semua kan ada pajaknya
— Al (@aldibndro) January 17, 2021

Sumber  https://m.cnnindonesia.com/teknologi/20210118105836-192-595029/netizen-riuh-bule-ajak-tinggal-di-bali-colek-ditjen-imigrasi





Comments