Duh, Lonceng Kematian Industri Minyak Bisa Segera Terjadi Nih

Redaksi


IDNBC.COM
- Industri minyak RI menghadapi tantangan besar, mulai dari cadangan minyak yang semakin tipis hingga harga minyak yang masih rendah, sehingga membuat daya tarik investasi di sektor ini semakin kurang menarik.


Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto bahkan sampai menyebut jika tidak segera dicarikan jalan keluar, industri migas akan menghadapi lonceng kematian.

Dia mengatakan, demi meningkatkan cadangan, eksplorasi menjadi salah satu kunci. Untuk hal ini, menurutnya DPR bersama dengan SKK Migas duduk bersama mencari jalan agar investasi di hulu ini bisa kembali menarik.

"Kalau tidak, ini bisa menjadi lonceng yang sungguh menjadi lonceng kematian, khususnya minyak kita," ungkapnya dalam wawancara bersama CNBC Indonesia, Senin (25/01/2021).

Lebih lanjut Sugeng mengatakan, jika tidak terjadi pandemi Covid-19, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 5%, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) diperkirakan akan ada peningkatan sekitar 4%.

Jika peningkatan yang sama terjadi dalam 25 tahun, maka konsumsi BBM akan naik 100%. Kondisi ini menurutnya perlu diperhitungkan dan diantisipasi. Apalagi, imbuhnya, semakin tipisnya margin di sektor migas, membuat investasi di sektor ini kurang menarik.

"Kita dorong hulu eksplorasi dan kegiatan investasi lain, itu ada kemudahan baik insentif pajak dan non pajak," ujarnya.

Selain insentif tersebut, dibebaskannya kontraktor untuk memilih skema kontrak bagi hasil (PSC) baik gross split atau cost recovery diharapkan juga bisa menarik investasi.

"Insentif kami awasi dan kontrol sampai di mana ketercapaiannya," tegasnya.

Sebelumnya, Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Julius Wiratno mengatakan bahwa SKK Migas bersama produsen migas atau dikenal dengan istilah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sudah melakukan upaya peningkatan cadangan melalui aktivitas eksplorasi, mulai dari studi-studi, survei seismik 2D dan 3D, serta pengeboran eksplorasi.

"Upaya yang nyata ya kita tingkatkan melalui kegiatan-kegiatan eksplorasi," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (20/01/2021).

Menurutnya, penambahan umur cadangan minyak bumi melalui eksplorasi akan tergantung dari hasil kegiatan eksplorasi yang sedang berlangsung. Jika menemukan cadangan hidrokarbon yang ekonomis, imbuhnya, maka ini baru akan menambah umur cadangan.

"Tergantung dari ongoing exploration activities. Kalau banyak menemukan cadangan hidrokarbon yang ekonomis, ya pasti menambah umur cadangan," ungkapnya.

Sayangnya, Julius belum bisa memastikan berapa kira-kira umur cadangan akan bertambah.

"Belum (diketahui), tergantung aktivitas dan hasil temuan eksplorasi," imbuhnya saat ditanyakan berapa lama umur cadangan akan bertambah.

Sumber https://www.cnbcindonesia.com/news/20210125190423-4-218623/duh-lonceng-kematian-industri-minyak-bisa-segera-terjadi-nih




Comments